Julian Draxler: Kalau Kalah Sampai 6-1, Jangan Salahkan Wasit!

ibosport

Pemain internasional Jerman itu lebih suka mengabaikan kontroversi keputusan wasit Deniz Aytekin dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions lalu, dan memilih untuk menyalahkan timnya sendiri, yang membiarkan begitu saja keunggulan 4-0 lenyap.
Kekalahan PSG dari Barcelona memang nyaris tidak masuk akal. PSG seharusnya bahkan bisa lolos andai skor 5-1. Dan sampai menit 87, kedudukan masih 3-1, yang artinya Barcelona butuh tiga gol lagi. Namun kenyatannya di sisa pertandingan, Barca mampu mengemas tiga gol tambahan, dan akhirnya unggul agregat 6-5.
Banyak yang menuding, wasit Deniz Aytekin menjadi biang keladi. Ia memberi keputusan kontroversial, mulai dari penalti untuk pelanggaran terhadap Neymar sehingga kedudukan 3-0. Juga mengabaikan pelanggaran Javier Mascherano kepada Angel Di Maria yang bisa membuat skor jadi 3-2. Plus, memberi hadiah penalti untuk diving Luis Suarez yang membuat skor jadi 5-1. Tidak sedikit yang berkeyakinan, tanpa sederetan kasus itu, PSG mungkin akan kalah, tapi tidak setelak itu.

Namun, Julian Draxler kepada Le Parisien lebih suka fokus pada kesalahan sendiri. Katanya, Ketika Anda kalah 6-1, kejadian itu tidak bisa hanya berlangsung karena kesalahan wasit. Saya tidak berpikir Anda dapat menghapus pertandingan seperti itu (dari kenangan pahit).
Leg pertama (kami unggul) 4-0 Kemenangan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah klub, seperti yang saya baca dari pendapat berbagai orang.
(di leg kedua) dalam skor 3-0 kami sangat gugup tapi ketika Cavani mencetak gol saya pikir kami akan lolos (karena skor jadi 3-1).
Alih-alih membahas wasit, Draxler yang berusia 23 tahun punya penjelasan lain, bahwa skor sebesar itu terjadi karena kesalahan timnya: baik kinerja individual maupun kolektif.
Barcelona adalah tim terbaik di dunia, tetapi secara keseluruhan, permainan ami benar-benar mengerikan. Masalah terbesar adalah, kami bermain terlalu defensif dan tidak mencoba untuk mencetak gol yang akan membunuh pertandingan.
Sulit untuk menolak selama 90 menit melawan Barcelona, tim yang menyerang dan menyerang. Kami tidak mengendalikan situasi sama sekali, terutama di babak pertama (ketika skor jadi 2-0, dan Barca punya angin segar).

ankaraeskortr.com ibosport Sumber: Sidomi