Jelang Liga 1, Klub-Klub Diingatkan Soal Kitas Pemain dan Pelatih Asing

richuse

Gojek Traveloka Liga 1 akan dimulai sebentar lagi. Semua klub peserta diingatkan mengenai kelengkapan administrasi untuk pelatih dan pemain asing.Liga 1 akan dimulai pada 15 April 2017. Pertandingan antara Persib Bandung melawan Arema FC akan menjadi pertandingan pembukanya.Kelengkapan dokumen legiun asing, baik pelatih dan pemain, menjadi sorotan. Persoalan Kartu Izin Tinggal Sementara/Terbatas (Kitas) agar tak dianggap mempekerjakan tenaga asing ilegal pun menjadi fokusnya.”Pemerintah harus bertindak tegas. Ini tidak bisa dibiarkan karena merugikan negara. Klub peserta dan operator kompetisi harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku bila tak taat aturan. Jangan lagi ada toleransi untuk sebuah pelanggaran,” kata Koordinator Save Our Soccer #SOS, Akmal Marhali, dalam rilis yang diterima oleh detikSport.KITAS adalah syarat wajib mempekerjakan tenaga asing sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 12 Tahun 2013 dan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang imigrasi. Aturan ketenagakerjaan menyebutkan pekerja asing berkewajiban membayar Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (KPTKA) yang nilainya 100 dolar AS per bulan. Artinya, bila pemain/pelatih asing dikontrak setahun mereka berkewajiban membayar 1200 dolar AS.SOS melansir data bahwa ada beberapa pelanggaran KITAS ini dalam gelaran Indonesia Soccer Championship lalu. Mereka juga menyebutkan bahwa pelatih timnas Piala AFF lalu, Alfred Riedl, dan asistennya, Hans Pieter Sieler serta Pikal Wolfgang, tak punya izin kerja hingga disebut merugikan negara sampai Rp 500 juta.Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah memberikan deadline agar berkas-berkas verifikasi diserahkan maksimal 5 April agar surat rekomendasi bisa diterbitkan.Oleh karena itu, SOS meminta agar PT Liga Indonesia Baru, selaku operator kompetisi saat ini bisa menegakkan peraturan yang berlaku. Hal itu untuk menjaga amanat dari Presiden RI, Joko Widodo, untuk mewujudkan tata kelola sepakbola yang baik.”Operator kompetisi dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak boleh mengesahkan dan mengizinkan pemain dan pelatih asing yang belum memiliki KITAS. Bila hal ini diabaikan, tak ada bedanya dengan PT Liga Indonesia dan PT Gelora Trisula Semesta yang dulu melanggar aturan baik regulasi kompetisi maupun undang-undang negara,” kata Akmal. “Aturan dibuat untuk ditegakkan, bukan dilanggar. Selama pengingkaran aturan dibiarkan, sepak bola kita tak akan bisa profesional dan mendapatkan prestasi yang membanggakan. Reformasi tata kelola sepak bola seperti yang diamanatkan Presiden Joko Widodo pun tak akan berjalan sesuai harapan,” tambahnya.(cas/fem)

ankaraeskortr.com richuse Sumber: Sport Detik